Cara Memasak Cumi yang Benar

cara memasak cumi yang benar

Img Source : superindo.co.id

Cumi adalah hewan laut yang bergizi tinggi sehingga sangat bermanfaat dalam menunjang kesehatan tubuh. Kandungan gizi tersebut meliputi, protein sebesar 17,9 g/100 gram daging, asam lemak jenuh (1,9 g), asam lemak tidak jenuh ganda (omega-3) sebesar 2,1 g, dan asam lemak tidak jenuh tunggal (2,7 g). Selain itu, cumi juga mengandung beragam vitamin, antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), B12,vitamin larut lemak (A, D, E, K), asam folat, dan niasin. Beragam jenis mineral antara lain kalium, kalsium, selenium, natrium, fosfor, dan magnesium. Kandungan penting lainnya dari cumi adalah asam amino, di antaranya lisin, leusin, fenilalanin, asam aspartat, dan asam glutamat. Selain fungsinya untuk membantu metabolisme tubuh, berbagai asam amino tersebut juga berkontribusi penting menciptakan cita rasa gurih pada cumi. Bagi pencinta seafood cumi adalah salah satu menu wajib yang harus dicoba karena cita rasanya yang lezat, terlebih lagi jika kita mengetahui bagaimana cara memasak cumi yang benar.

Oleh karena itu, dalam memasak cumi ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, yaitu sejak dari pemilihan bahan baku (cumi segar), pembersihan, dan cara memasak cumi yang benar. Berikut hal-hal yang mesti diperhatikan dalam memasak cumi:

1. Memilih cumi

Pastikan cumi yang kita dapatkan adalah cumi segar atau masih dalam kondisi baik. Untuk itu beberapa ciri yang harus dilihat dari fisik cumi-cumi antara lain, kulit cumi masih baik (belum rusak), mata cumi masih cerah dan jernih (tidak buram), dagingnya masih terlihat padat, kenyal dan tidak berwarna kemerahan, dan cumi yang baik masih berbau amis segar atau bau air laut.

2. Pembersihan dan pencucian

Dalam membersihkan cumi tidak sama seperti halnya dengan membersihkan ikan, karena ada beberapa bagian yang mesti diperhatikan. Jika hal tersebut dikesampingkan maka akan mempengaruhi kelezatan dari daging cumi ketika dimasak, contohnya mengenai kantung tinta. Ketika membersihkan cumi kita harus berhati-hati terhadap kantung tinta ini, jika sampai kantung tinta tersebut pecah maka daging cumi bisa berasa pahit sehingga akan mengurangi cita rasa cumi. Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah pisahkan bagian kepala dan badan cumi terlebih dahulu dengan menariknya secara perlahan. Kemudian buang bagian kulit ari dan kotoran yang ada di bagian dalamnya dengan menggunakan jari telunjuk. Selanjutnya, cuci bagian dalam cumi dengan air mengalir sampai terlihat benar-benar bersih.

3. Memasak cumi

Cara memasak cumi yang benar adalah dengan memperhatikan suhu minyak dan berapa lama waktu yang dibutuhkan. Jika terlalu lama memasak maka daging cumi akan mengeras dan susah untuk dimakan, namun apabila terlalu cepat (singkat) maka daging dalam cumi tidak matang. Mengenai masalah suhu minyak umumnya masyarakat Indonesia menggunakan suhu tinggi setiap kali memasak maknan. Oleh karena itu, jika kita memakai suhu minyak tinggi maka waktu ideal yang dibutuhkan adalah sekitar 2 menit saja, jika lebih dari itu maka daging cumi akan menjadi keras sehingga tidak dapat langsung dikonsumsi. Menurut referensi, dibutuhkan waktu hingga 60 menit agar daging cumi dapat menjadi empuk kembali.

Share This Post

Recent Articles

Leave a Reply

© 2016 Perlu Tahu. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie