Kandungan Gizi Jengkol

Advertisements


Kandungan JengkolJengkol merupakan salah satu bahan baku kuliner yang cukup khas. Banyak digemari namun banyak pula dijauhi. Jengkol atau biasa juga disebut jering merupakan jenis polong-polongan atau Fabaceae. Buah jengkol berbentuk gepeng dan bagian dalamnya membentuk spiral. Buah jengkol dilapisi kulit yang tebal. Jengkol tak hanya populer di Indonesia melainkan juga digemari di Malaysia dan Thailand. Untuk mengkonsumsi jengkol, bisa diolah bersama bumbu tambahan atau langsung dimakan sebagai lalap. Rasanya yang khas membuat banyak lidah jatuh cinta. Selain rasa yang nikmat, ternyata kandungan jengkol baik untuk kesehatan.

Jengkol Si Penenang Otak

Selama ini kita mengenal tempe sebagai makanan dengan kandungan protein yang tinggi. Oleh sebab itu, tempe banyak dikonsumsi orang-orang. Tapi tahukah Anda bahwa kandungan protein yang dimiliki jengkol jauh lebih tinggi dari tempe yang biasa Anda konsumsi? Riset membuktikan bahwa jengkol memiliki jumlah protein yang padat. Protein disinyalir memberikan efek menenangkan di otak dan membantunya bekerja secara cepat. Protein juga berfungsi untuk membangun sel-sel tubuh yang rusak. Dengan begitu, secara tidak langsung, mengkonsumsi jengkol akan membuat anda rileks sebab otak Anda jadi lebih santai. Mungkin karena hal ini sehingga banyak yang menggemarinya meski tak tahu alasannya.

Kandungan Senyawa Komplit

Selain protein, sederet kandungan jengkol lainnya antara lain zat besi, kalsium, karbohidrat, bitamin A, B dan C, fosfor, mangan, serta air. Beragam senyawa yang dikandung jengkol menjadikan bebijian ini kaya akan manfaat. Dengan jumlah kalsium yang tinggi, jengkol bisa menjadi alternatif penguat tulang dan gigi. Kandungan vitamin di dalamnya juga sangat baik membantu meningkatkan vitalitas tubuh. Sedangkan kandungan zat besinya yang tinggi bisa untuk mencegah penyakit anemia.

Dari Mana Asal Bau Jengkol

Kandungan jengkol tak hanya berupa senyawa-senyawa yang  telah disebutkan sebelumnya. Sesungguhnya biji jengkol juga mengandung asam amino yang tinggi. Hal inilah yang menjadi sebab muasal dari bau yang ditimbulkan jengkol. Terlebih lagi asam amino dalam jengkol didominasi dengan asam yang mengandung sulfur atau belerang. Jadi jangan heran jika jengkol menjadikan mulut, urin serta angin dari pembuangan Anda berbau khas setelah mengkonsumsi jengkol.

Asam Jengkolat Yang Beracun

Selain mengandung senyawa yang bermanfaat, ternyata biji jengkol juga memiliki kandungan senyawa yang berbahaya. Jika Anda tidak cermat, boleh jadi senyawa tersebut menjadi racun yang menyusahkan. Senyawa berbahaya tersebut dinamakan Asam jengkolat. Asam ini sejatinya merupakan salah satu komponen senyawa yang dijumpai di kulit dan biji jengkol. Jumlahnya Asam Jengkolat antara biji jengkol yang satu dan yang lainnya berbeda-beda. Hal ini dipengaruhi oleh varietas serta umur biji Jengkol.

Meskipun biji jengkol mengandung asam jengkolat, namun jika Anda mengolah dengan cermat, maka potensi keracunan asam jengkolat bisa direduksi. Jika terlanjur keracunan, perbanyaklah minum aor putih untuk menetralisir asal jengkolan yang Anda konsumsi.

Kandungan jengkol mewakili sifat senyawa yang baik maupun buruk. Semuanya tergantung pada kecermatan Anda dalam mengolah jengkol. Dengan tata oleh yang baik, efek beracun jengkol tentu bisa dihindari. Karenanya jangan ragu untuk menyantap jengkol. Si bau yang menyehatkan.

Advertisements


Share This Post

Related Articles

Leave a Reply

© 2014 Perlu Tahu. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie
Yang Perlu Anda Ketahui.. ^^close