Karakteristik Sistem Ekonomi Pancasila

Advertisements


sistem ekonomi pancasilaDalam pidato yang disampaikan Wakil Presiden Indonesia dalam konferensi ekonomi pada tanggal 3 Febuari 1946 di Yogyakarta, disebutkan bahwa dasar politik ekonomi Indonesia terpancang dalam UUD 1945 Bab Kesejahteraan Sosial Pasal 33 dan Pasal 34. Sementara pengamat ekonomi Indonesia saat itu, Sumitro Djojohadikusumo dalam pidatonya di Washington DC – Amerika Serikat pada tanggal 22 Febuari 1949 menegaskan bahwa Indonesia menganut sistem ekonomi campuran. Yaitu, bagian-bagian vital (penting) akan dinasionalisasikan oleh Pemerintah, sedangkan lainnya bebas dijalankan oleh swasta. Namun dalam perkembangannya, meskipun telah mencoba untuk mengimplementasikan sistem ekonomi campuran ini pada kenyataannya sistem ekonomi Indonesia mengarah kepada suatu bentuk baru. Sistem baru ini kemudian disebut dengan sistem ekonomi Pancasila. Sistem ekonomi Pancasila adalah sistem ekonomi yang berlandaskan ideologi Pancasila, berdasarkan atas asas kekeluargaan dan kegotong-royongan nasional.

Berikut adalah ciri-ciri dari sistem ekonomi pancasila:

  1. Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
  2. Badan-badan vital dan dianggap penting (hajat hidup orang banyak) dikuasai oleh Negara.
  3. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasaioleh Negara dan digunakan untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat.
  4. Sumber-sumber kekayaan dan keuangan Negara diawasi sepenuhnya oleh Lembaga-lembaga Perwakilan Rakyat dan diatur dalam kebijakan-kebijakan yang telah ditetapkan.
  5. Peran pemerintah sangat dibutuhkan (penting) tetapi tidak dominan, begitu juga terhadap pihak swasta yang tidak boleh mendominasi. Keduanya haruslah saling kooperatif dan saling mendukung.
  6. Warga negara memiliki kebebasan dalam memilih pekerjaan yangdikehendaki,dan hak mengenai kehidupan yang layak.
  7. Pemerintah mengakui adanya hak milik perorangan dan pemanfaatannya tidak bolehbertentangan dengan kepentingan masyarakat.
  8. Potensi, inisiatif, dan kreativitas setiap Warga Negara didukung sepenuhnya oleh Negara, namun dalam batas-batas yang tidakmerugikan kepentingan umum.
  9. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.

Sistem ekonomi Pancasila yang dianut Indonesia sangat berbeda dengan sistem yang dianut negara manapun, terutama paham negara-negara barat. Dalam sistem ekonomi Pancasila dasarnya adalah paham kebersamaan dan kekeluargaan (mutualism and brotherhood), sedangkan sistem ekonomi barat didasarkan pada paham liberalisme dan individualisme. Oleh karena itu, dalam sistem ekonomi Indonesia kepentingan masyarakat adalah hal yang utama bukan perseorangan. Indonesia dengan tegas menolak paham liberalisme dan individualisme, karena kedua paham tersebut merupakan cikal bakal bentuk kapitalisme. Sebaliknya, di negara-negara barat yang menganut paham liberalisme dan individualisme lebih mengutamakan kepentingan perorangan atau individu sehingga kepentingan bersama (masyarakat) sering terabaikan. Dalam bidang perekonomian Indonesia, peran rakyat adalah sentral-substansial dan bukan marginal residual. Sedangkan paham ekonomi barat kehidupan ekonominya berdasarkan kompetisisme yang berlandaskan paham liberalism, neoliberalisme, kapitalisme, neokapitalisme, dan fundamentalisme pasar.

Advertisements


Share This Post

Recent Articles

Leave a Reply

© 2014 Perlu Tahu. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie
Yang Perlu Anda Ketahui.. ^^close