Memahami Pola Rangkaian Listrik Paralel

Dalam dunia kelistrikan dikenal ada dua pengelompokan besar listrik, yakni listrik statis dan listrik dinamis. Dalam kehidupan sehari-hari, yang banyak dijadikan sumber energi adalah jenis listrik dinamis meski pada faktanya peneliti menyimpulkan bahwa listrik statis juga potensial menjadi salah satu sumber energi kelistrikan.  Perbedaan signifikan dua jenis listrik ini boleh jadi terletak pada sifatnya. Jika pada listrik statis tidak bergerak sehingga tak dikenal adanya arus listrik, maka pada listrik dinamis yang terjadi justru sebaliknya. Pokok kajian listrik dinamis adalah arus listrik. Listrik dinamis ini mudah kita jumpai di kehidupan sehari-hari kita. Untuk bisa digunakan, diperlukan seperangkat alat tertentu untuk mengalirkan arus listrik. Salah satunya adalah kabel. Dalam menyusun perangkat kelistrikan tersebut, dikenal ada 3 macam cara yakni rangkaian listrik seri, rangkaian listrik parallel dan rangkaian listrik campuran. Pada kesempatan ini, fokus kajian kita adalah rangkaian parallel.

Apa Itu Rangkaian Listrik Paralel?

Tak ada defenisi baku yang merujuk pada rangkalain listrik parallel. Hanya saja, dari pola yang ada kita bisa menyimpulkan bahwa rangkaian parallel adalah salah satu cara menyusun perangkat kelistrikan dengan jara sejajar atau parallel (pada seri disusun berderet). Aplikasi jenis rangkaian yang satu ini bisa kita jumpai dalam sistem pemasangan lampu di rumah maupun di gedung-gedung lainnya. Dengan menggunakan rangkaian listrik parallel maka kita bisa memilih lampu mana yang menyala dan mana yang padam. Hal ini yang menjadi keuntungan dari rangkaian listrik parallel. Adapun kerugiannya terletak pada kerumitan penyusunan serta membutuhkan lebih banyak biaya jika dibandingkan dengan rangkaian seri. Pada parallel, dengan rumitnya rangkaian, tentu memerlukan kabel yang jauh lebih banyak.

Sifat & Ciri Rangkaian Listrik Paralel

Sama seperti rangkaian seri dan juga campuran, rangkaian listrik parallel juga memliki ciri dan juga sifat. Adapun dua ciri utama rangkaian ini, antara lain:

  1. Arus listrik bergerak melalui sebuah cabang atau bisa juga lebih. Arus listrik tersebut melalui 1 lampu atau juga 1 batre dan tidak melalui 1 lampu atau juga 2 batre.
  2. Apabila salah satu perangkat listrik rusak atau dilepas. maka arus litrik tetap mengalir ke cabang arus lainnya.

Sementara itu, sifat dari rangkaian listrik parallel adalah:

  • Pada setiap masing-masing cabang di dalam rangkaian parallel merupakan rangkaian tersendiri atau rangkaian individu. Dengan demikian arus pada masing-masing cabang tersebut bergantung penuh pada seberapa besar tahanan pada cabang tersebut.
  • Kuat arus yang melalui sebuah hambatan pengganti  dalam rangkaian parallel setara dengan total kuat arus yang melalui setiap komponen yang ada.
  • Kekuatan tegangan yang ada pada masing-masing beban listrik setara dengan tegangan pada sumber di setiap ujung hambatan pengganti yang disusun parallel.
  • Apabila terjadi kondisi kerusakan atau pemutusan pada salah satu hambatan yang satu maka rangkaian hambatan lainya masih bisa bekerja dengan normal.

 

Share This Post

Recent Articles

Leave a Reply

© 2016 Perlu Tahu. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie