Panduan Aman Pijat Ibu Hamil

pijat ibu hamil

Img Source : fda.gov

Ketika masih hamil, terutama bila usia kehamilan telah menginjak usia trimester 3, umumnya wanita hamil kerapkali mengeluhkan nyeri di pungung belakang mereka sehingga hal ini mengganggu aktivitas mereka. Membayangkan tubuh diberi pijatan guna menghilangkan pegal-pegal ini, rasanya pasti menyenangkan. Namun, apakah kita tahu pijat ibu hamil aman untuk dilakukan? Pijat ibu hamil ini jauh lebih aman bila dilakukan di atas trimester yang pertama, yakni di usia kehamilan trimester dua akhir serta tiga.

Namun perlu kita ketahui bahwa tidak seluruh ibu hamil boleh diberi terapi pijatan ini. Ada sejumlah kondisi kesehatan yang membuat ibu hamil tak diperkenankan menjalani perawatan ini, yaitu:

  • Ibu hamil menderita diabetes ataupun penyakit menular lainnya
  • Keluarnya cairan dari vagina
  • Demam serta tekanan darah tinggi
  • Pre-ekampsia
  • Nyeri di bagian perut
  • Muncul ruam kulit

60 hingga 90 Menit

Tetapi bila ibu hamil berada dalam kondisi yang baik, nyaman dan tidak memiliki keluhan akan gangguan kesehatan apapun, maka baik untuk dirinya sendiri ataupun untuk janinnya melakukan terapi pijat seperti ini. Namun tetap dalam usia kehamilan yang dianjurkan. Pada umumnya, pijat ibu hamil ini dilakukan selama 60 sampai dengan 60 menit. Tak ada batasan serta saran berapa kalikah ibu hamil diperbolehkan untuk dipijat dalam kurun waktu satu bulan.

Dipijat Oleh Terapis Profesional

Pemijatan kepada ibu hamil ini tak harus dilakukan di tempat yang khusus, hanya pijatan ini mesti dilakukan oleh orang yang sudah ahli dan memiliki pengalaman baik dalam hal memijat ibu hamil. Hal ini dikarenakan untuk menjaga kemungkinan adanya kesalahan dalam memijat bagian-bagian yang seharusnya tidak boleh dipijat.

Daerah Yang Diperkenankan Dipijat

Dari sudut pandang medis, pijatan ibu hamil ini boleh dilakukan di anggota badan yang bergerak saja, misalnya bahu, kepala, panggul, pantat, punggung belakang, tangan serta kaki. Pijatan di daerah payudara ibu hamil dianjurkan baru boleh dilakukan saat usia kehamilah memasuki trimester ketiga, guna merangsang keluarnya ASI. Teknik pijat di seluruh daerah tubuh mesti dilakukan menggunakan teknik yang lemah lembut. Kombinasi pijatan antara menekan, memutar, menggosok dan juga mengusap mesti dilakukan secara perlahan dan terkendali.

Dilarang Memijar Telapak Kaki Dan Perut

Meskipun demikian, pemijatan tak boleh dilakukan di sembarang bagian tubuh ibu hamil, seperti halnya di bagian perut. Hal ini dikarenakan bagian ini berkaitan langsung dengan kandungan serta organ reproduksi, yang bila diberi pijatan bakal memicu kontraksi dan yang dikhawatirkan bayinya akan lahir secara premature. Bagian lainnya yang tak disarankan untuk diberi terapi pijat ibu hamil ini yaitu telapak kaki bawah, sebab di sanalah banyak terdapat pembuluh darah serta pembuluh saraf.

Share This Post

Related Articles

Leave a Reply

© 2016 Perlu Tahu. All rights reserved. Site Admin · Entries RSS · Comments RSS
Powered by WordPress · Designed by Theme Junkie